Skip to content

Managing Linux File Permission.

Faridl Mukhlashin Akbarullah
Pembelajar IT | Technical Practitioner • Ditulis pada 24 April 2026

di pembaljaran kali ini, kita akan mempelajari bagaiamana melakukan perizinan di suatu file. yang mana memberikan kita suatu keunggulan terkait bagaimana kita melihat dan mengubah file permission. dan juga melakukan perbandingan tentang symbolic dan absolute representations dari file permissions.

linus memiliki beberpa format permissions untuk suatu file atau direktori. berikut adalah gambar yang menunjukkan format tersebut.

file permissions format

perintah diatas dapat kita lihat dilinux ketika kita menggunakan syntax sebagai berikut.

Terminal window
ls -l

Jika kita menggunakan ls -l pembagiannya seperti dibawah.

pembagian output ls -l

syntax diatas digunakan untuk melihat permissions dari file atau directori pada directori kita berada

berikut adalah penjelasannya. diatas memiliki bentuk

-rwxr-xr-x

tapi untuk mengetahui lebih dalam maka kita akan melihat jika semua pengaturan adalah true atau diaktifkan.

drwxrwxrwx

kalau ada yang dimatikkan maka digantikan dengan symbol -

Jika kita bagi maka akan berbentuk seperti ini

D -> RWX -> RWX -> RWX

berikut penjelasannya.

  1. dibagian paling kiri adalah d yang menandakan bahwa apakah itu file atau direktori (folder kalau di windows). kalau menunjukkan d maka itu adalah direktori dan kalau - maka itu adalah file.

  2. dibagian selanjutkan adalah perulangan rwx kenapa diulangi sampai 3? ini adalah bagian permissionnya.

    aslinya permissions dibedakan menjadi 3 yaitu user pemilik file (biasanya pembuat file atau direktory), yang kedua adalah group, dan yang ketiga adalah orang lain.

    jadi untuk rwx pertama adalah untuk pemilik file, rwx kedua untuk grup yang diberikan, dan yang tiga orang lain.

    rwx disini adalah bagaimana mereka bisa mengakses file tersebut dengan ketentuan sebagai berikut.

    1. jika r (read) aktif di bagian mereka maka mereka dapat membaca file tersebut. jika tidak maka file tersebut tidak bisa dilihat isinya.
    2. jika w (write) aktif di bagian mereka maka mereka dapat melakukan perubahan ataupun menghapus file tersebut. kalau di direktori maka bisa membuat, merubah, menghapus file didalam direktori tersebut. jika tidak maka file tersebut tidak bisa diubah dan tidak bisa dihapus.
    3. jika x (execute) aktif di bagian mereka maka mereka dapat menjalankan file tersebut. Seperti jika file tersebut ternyata program seperti bash atau aplikasi (jika bukan executable maka permission ini tidak memiliki makna apapun). jika tidak maka file tersebut tidak bisa di jalankan atau di execute.

melakukan perubahan permission bisa dilakukan menggunakan syntax chmod sebagai berikut.

penggunaaan chmod ada 2 cara, berikut penggunaannya.

  1. menggunakan +/-

    syntaxnya adalah sebagai berikut.

    Terminal window
    chmod g+w file1

    disamping chmod kita lihat g+w yang memiliki arti.

    • chmod = syntaxnya.
    • g = group, dapat diganti menjadi (u user pemilik, g group, o others atau orang lain). group disini ada pengaturan group mana dan hanya boleh satu group.
    • + = tambahkan permissions, dapat diganti menjadi - hilangkan permission.
    • w = write, jenis permissions nya. dapat diganti menjadi (r -read, w -write, x -execute).
    • file1 = nama file tujuan yang mau diubah permission nya.
  2. menggunakan angka

    syntaxnya adalah sebagai berikut.

    Terminal window
    chmod 764 file2

    ini agak complex tapi paling sering dipakai.

    penggunaannya adalah sebagai berikut.

    read, write, execute di ibaratkan menjadi angka.

    • read = 4
    • write = 2
    • execute = 1

    dan penggunaannya adalah mana saja yang mau dipakai dan tambahkan angkanya.

    contohnya jika hanya boleh read dan write dan tidak boleh execute maka 4 (read) + 2 (write) = 6 (read+write).

    contoh lainnya jika hanya boleh execute maka tinggal menggunakan angka 1 (execute) saja.

    dan jika ingin semuanya maka 4 (read) + 2 (write) + 1 (execute) = 7 (read+write+execute)

    dan penempatannya menyesuaikan siapa permission nya seperti dibawah.

    Terminal window
    chmod |pemilik|group|lainnya| file2

    jadi jika

    Terminal window
    chmod 764 file2

    artinya user pemilik 7 boleh melakukan semuanya (4 read + 2 write + 1 execute). group ‘6’ hanya boleh read dan write tapi tidak boleh menjalankannya (4 read + 2 write). sedangkan orang lain hanya boleh melihatnya 4 tanpa mengubah / menghapus / menjalankan.

    biasanya mode ini dimanakan absolute mode (menggunakan angka) dan nomor 1 tadi dinamakan symbolic mode.

dapat dilihat di gambar dibawah.

chown

  1. Root User: dapat melakukan apapun terlepas dari permissions yang diberikan. ini adalah pemilik OS nya.
  2. jika bukan Root User maka user biasa dapat melakukan akses apapun menggunakan sudo. dengan memberikan izin sudo ke config user OSnya.

selanjutnya kita akan mempelajari working with linux commands.